GALERY

SELAMAT DATANG

WELCOME TO BLOG PRAMUKA SITUBONDO
Image

DIVE PRAMUKA EMAS SITUBONDO 2011

DIVE PRAMUKA EMAS SITUBONDO 2011
PAMFLET

Jumat, 22 Juli 2011

PESERTA JAMNAS BELAJAR BERKENDARAAN YANG AMAN


KESELAMATAN PENGENDARA. Peserta Jamnas IX tahun 2011 di Teluk Gelam,Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mendapat informasi bermanfaat tentang keselamatan pengendara dan perlengkapan yang mendukung keselamatan dalam berkendaraan.

Hari ini (4/7) peserta Jambore Nasional (Jamnas) IX tahun 2011 mengikuti beragam kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan. Diantaranya Kegiatan Teknologi Otomotif.

Pada kegiatan ini, peserta mendapat informasi seputar pendidikan keselamatan pengendara (safety riding) dan juga perlengkapan pengendara (safety gear), hingga Kegiatannya tidak hanya mengenalkan fisik sebuah kendaraan bermotor/otomotif tapi juga cara berkendaran dengan aman.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini juga tampak bersemangat, karena materi yang disampaikan tidak menjenuhkan. Peserta diajak mengenal marka jalan dan peraturan lalu lintas termasuk informasi umum seperti cara kerja rem dan mesin kendaraan bermotor, melalui alat peraga.

“Di Jamnas ini peserta diberikan informasi tentang safety riding dan safety gear. Pendidikan keselamatan berkendaraan itu mengacu pada Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ,” Ketua Bidang Kegiatan Otomotif yang sehari-hari berdinas di Satlantas, Polresta Palembang, Bripka M Muhtasor menjelaskan.

Lebih lanjut Kak Muhtasor menerangkan, “Setelah pulang ke daerahnya, Pramuka Penggalang semakin faham cara berkendaraan dengan aman, dengan lebih dulu mengenal system kerja mesin kendaraan bermotor hingga memahami rambu-rambu lalu lintas danmarka jalan,” tanda Kakak yang sebelum bergabung dalam Polisi Republik Indonesia, sempat aktif Pramuka hingga tingkat Penggalang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00-15.00 WIB, dimeriahkan dengan acara bagi-bagi hadiah berupa helm dan perlengkapan kendaraan bermotor lain, membuat peserta Jamnas semakin betah berjam-jam berada di anjungan kegiatan ini, sambil sesekali menikmati selingan penampilan band dari panggung kecil di depan anjungan yang membawakan lagu-lagu hits remaja.

Kontan saja, anjungan kegiatan Teknologi Otomotif di area kegiatan Jamnas 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Sumatera Selatan ini, memiliki kesan tersendiri bagi Pramuka Penggalang yang hadir dari seluruh Indonesia.

BY. Kak. jarwo Sumber: Humas Kwarnas

PREI\SIDEN MINTA SEMUA PIHAK BANTU GUDEP

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (kiri) didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.

Kayu Agung – Sebanyak 17.000 pramuka penggalang mengikuti aneka kegiatan di Bumi Perkemahan Dana Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Selama ini saya ajak teman-teman di sekolah menjadi anggota pramuka agar tidak ikut-ikutan menggunakan narkoba,” kata Tarsisius J Wihage, peserta dari Kwartir Cabang Bogen Digul, Kwartir Daerah Papua kemarin, usai mengikuti kegiatan diskusi bahaya narkoba.

Tarsisius menjelaskan tidak semua daerah di Papua dipenuhi pengguna narkoba. Masih banyak, katanya, remaja dan pemuda yang baik. Siswa kelas tiga SMP ini mengaku aktivitasnya di pramuka makin menguatkan kepercayaan diri, kemandirian dan memperbanyak teman. Pendapat Tarsisius dibenarkan peserta Jambore Nasional lain yang diikuti penggalang (pramuka berusia 11-15 tahun) dari seluruh Tanah Air.

Arnoldus Douw dari Kwartir Cabang Dogiyai, Nabire, Papua mengaku mendapat 50 teman selama tiga hari di lokasi Jambore yang berlangsung 2-9 Juli 2011. Arnoldus yang menjadi Sekretaris Regu Cenderawasih ini, bercita-cita masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri untuk menjadi Camat. “Seleksi mengikuti Jamnas ini sangat berat, tapi saya menikmati,” kata Angkin Anindita, peserta dari Jawa Tengah. Dia senang mendapat teman dan keterampilan baru.

Memang, Jambore yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu lalu, menyajikan 57 mata kegiatan. “Kami ajak adik-adik memahami isu-isu terkini,” kata Ketua Kwartir Daerah Pramuka Sumatera Selatan Abdul Shobur selaku Ketua Panitia Pelaksana Jambore Nasional.

Dia menyebut kegiatan go green – global development village seperti diskusi tentang bahaya narkoba, praktik daur ulang sampah, diskusi pemanasan global dan perubahan iklim. Termasuk pengenalan energi terbarukan seperti biogas, bioetanol, energi surya, mikrohidro dan penjernihan air. Kegiatan lain adalah teknologi dan industri, scouting skill, petualangan dan wisata.

“Jadikan Gerakan Pramuka sebagai pelindung kaum muda dari ancaman aksi kekerasan, radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba,” kata Presiden Yudhoyono ketika membuka Jambore Nasional. Untuk itu, Presiden meminta para menteri, pemerintah daerah, dunia usaha dan semua pihak membantu kegiatan pramuka di kwartir dan gugus depan, baik yang berbasis di sekolah maupun di kompleks perumahan.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar memaparkan fokus revitalisasi di gugus depan (Gudep) yang berjumlah 270.000 buah. Ada 6 kegiatan pokok yang sedang dan akan terus dilaksanakan untuk pembenahan Gudep. Pertama, memantapkan organisasi Gudep melalui proses akreditasi. Kedua, meningkatkan kompetensi pembina melalui proses sertifikasi. Ketiga, melengkapkan fasilitas pendidikan melalui program bantuan Gugusdepan Kit.

Keempat untuk Gudep berbasis Sekolah, menggalang keterlibatan pelbagai pihak terkait melalui pemberdayaan Komite Sekolah. Kelima, membantu penyediaan biaya operasional Gudep melalui proses pengintegrasian dengan dana BOS. “Keenam memperbaharui kurikulum dan metoda pendidikan, melalui proses penyesuaian dengan pelbagai perkembangan mutakhir,” kata Azrul.

Menurut Azrul, Jamnas 2001 di Ogan Komering Ilir ini juga diikuti 80 pramuka dari Malaysia dan Singapura. Mereka berbaur dengan adik-adik pramuka Indonesia yang berbeda etnis, agama, daerah dan kelas sosial.Mereka mempraktikkan arti kemandirian, gotong royong, kejujuran dan

berlatih keterampilan. Mereka juga hidup di perkemahan dengan kondisi air yang minim, panas dan kesulitan MCK. “Sikap toleransi dan persaudaraan yang menjadi pijakan bagi multikulturalisme diharapkan meresap di kalangan peserta,” katanya. (Untung W)

by. kak. jarwo Sumber : http://www.tempointeraktif.com

Jumat, 15 Juli 2011

KETUA MABICAB DAN KETUA KWARCAB SITUBONDO DIKUKUHKAN


fOTO JTC : Ketua Mabicab Lantik Ketua Kwarcab

SITUBONDO-JURTIM,-Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto, SH dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka. Mabicab) Gerakan Pramuka Cabang Situbondo oleh Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur Drs. H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). Kemudian, Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Cabang Situbondo melantik Rachmad SH, M.Hum selaku Ketua Kwartir Cabang (Ka.kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Situbondo masa bhakti 2010 – 2016.Acara pelantikan yang berlangsung di pendopo kabupaten, Jalan Kartini No. 1 Situbondo ini, disaksikan oleh seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Situbondo, Damdim 0823, Kapolres Situbondo, Kejari Situbondo, Ketua Pengadilan Negeri Situbondo dan tamu undangan lainnya. Selain itu, acara pelantikan atau pengukuhan dihadiri oleh Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur.

Seusai melaksanakan prosesi pengukuhan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka. Mabicab) Gerakan Pramuka Cabang Situbondo dan pengukuhan atau pelantikan Ketua Kwarcab (Ka.kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Situbondo masa bhakti 2010 – 2016, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH dalam sambutannya, berharap kepada Ketua dan pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo yang baru dilantik agar dapat mengemban amanah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Pramuka No 12 Tahun 2010 dan AD/ART Pramuka.

‘’Harapan saya kepada Wakil Bupati Situbondo selaku Ketua Cabang Gerakan Pramuka Situbondo untuk dapat bekerja dengan baik serta memberikan kemudahan, sarana dan prasarana pembinaan sehingga jajaran gerakan pramuka di Kabupaten Situbondo dapat membawa generasi muda ke arah yang lebih baik,’’ kata bupati.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Bupati Situbondo dalam sambutannya, namun beliau juga berharap tunas-tunas bangsa akan tumbuh kembali di dalam organisasi Pramuka yang dipimpin oleh Rachmad SH, M.Hum selaku Ketua. “Saya berharap kepada ketua maupun pengurus Pramuka yang baru dilantik dapat membentuk atau menjiwai Organisasi Pramuka secara tulus. Dan saya berharap Pramuka di Kabupaten Situbondo dapat membentuk krakter masyarakat Kabupaten Situbondo menjadi krakter yang kokoh, bermartabat dan menjiwai nilai-nilai kerukunan berbangsa dan bernegara serta menjunjung tinggi norma-norma agama,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Syaifullah Yusuf yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berharap Kwartir Pramuka Kabupaten Situbondo dapat berjaya di bawah kepemimpinan Rachmad, SH, M.Hum.

“Mudah-mudahan dengan kepemimpinan Wakil Bupati Situbondo selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo dapat mengejawantahkan program-program Pramuka yang lebih menarik, sehingga dapat menarik perhatian generasi muda untuk bergabung menjadi pramuka-pramuka yang berbakti pada nusa dan bangsa,” ujar Wagub Jatim.

Selain itu, Wagub Jatim juga menyampaikan selamat dan menaruh kepercayaan penuh kepada kepengurusan Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo periode 2011-2016. Namun ia mengingatkan bahwa beban dan tanggung jawab yang diemban oleh kepengurusan ini adalah sebuah pengabdian, maka Wagub juga berharap agar pengurus yang baru dilantik tetap kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan, tantangan dan senantiasa optimis dan memiliki kepekaan dalam melihat peluang untuk mampu tetap bergerak ke depan menjawab semua yang menjadi tugas mulia Gerakan Pramuka.

Sekedar informasi, pelantikan ditandai dengan pemasangan tanda jabatan dan pengucapan ikrar yang diucapkan oleh seluruh pengurus. Dan Kwarda Pramuka Jawa Timur memberikan bantuan peralatan pramuka untuk Gugus depan, senilai Rp. 80 juta.

Foto JTC : Wagub Sematkan

By. kak. Jarwo [ sekretaris II Kwarcab ]

VN:F [1.9.8_1114]
VN:F [1.9.8_1114]

Ketua Kwarcab Situbondo Lepas Kontingen Pramuka Penggalang Ke Jambore Nasional



Foto :P ramuka Penggalang fose bareng Ketua Kwarcab dan Dandim

SITUBONDO-JURTIM,-Bertempat di pendopo kabupaten Jalan Kartini No 1 Situbondo, Ketua Kwarcab Pramuka Situbondo Rachmad, SH. M.Hum didampingi Dandim 0823 Situbondo Syaifull Rachman, melepas 4 regu kontingen Pramuka Penggalang Kabupaten Situbondo ke Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan.

Pelepasan 4 regu Pramuka Penggalang putra-putri dalam mengikuti Jambore Nasional ke XI Tahun 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kemandirian kepemimpinan, ketrampilan, persatuan dan kesatuan pramuka penggalang serta memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Pramuka Tri Satya dan Dasa Darma.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Lukman Habsi, Ketua Panitia pelepasan Pramuka Penggalang ke Jambore Nasional mengatakan, Jambore Nasional adalah pertemuan Pramuka Penggalang se-Indonesia yang dilaksanakan dalam bentuk perkemahan besar. Jambore Nasional dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dengan peserta dari perwakilan seluruh Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

“Jambore Pramuka Penggalang merupakan kegiatan rekreasi edukatif yang dilaksanakan di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang dengan menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, “ jelas Lukman Haqi dalam laporannya.

Sementara itu, Dandim 0823 Situbondo Syaifull Rachman selaku anggota Mabicab Pramuka Kabupaten Situbondo dalam arahannya mengatakan, kontingen pramuka Kabupaten Situbondo yang di kirim untuk mengikuti kegiatan Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan agar mampu memanfaatkan wahana Jambore untuk menimba ilmu.

“Saya berharap, adik-adik pramuka yang dikirim ke Jambore Nasional harus mampu mengharumkan nama Kabupaten Situbondo dan mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata di Bumi Perkemahan Teluk Gelam. Dan saya juga berharap adik-adik dapat meningkatkan kreativitas kepramukaannya dalam menghadapi adu ketangkasan dengan kabupaten lain. Selain itu, saya juga meminta agar adik-adik mampu menjaga kesehatannya dan sportivitas dalam membangun kebersamaan,” ujar Dandim.

Selanjutnya, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo Rachmad, SH, M.Hum dalam sambutan singkatnya menjelaskan, Pramuka Penggalang dari Kabupaten Situbondo harus tampil baik pada Jambore Nasional ke IX Tahun 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan. “Jika Pramuka Penggalang Kabupaten Situbondo mampu menampilkan kreativitasnya dalam adu ketangkasan di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan, maka saya yakin nama harum Kabupaten Situbondo akan semerbak wanginya ke seluruh penjuru Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Situbondo ini menghimbau kepada 30 orang peserta Pramuka Penggalang dan 6 orang peserta pembina, agar bisa menjaga kesehatan, kekompakan dan kebersamaan dalam satu panji, yakni panji Kabupaten Situbondo. “Saya harap adik-adik saat berada di Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan, tidak mengatasnamakan sekolahnya masing-masing, namun harus mampu menggalang kekompakan dalam satu panji, yakni panji Kabupaten Situbondo,” tuturnya. *** by. kak. jarwo

Jumat, 21 Januari 2011

MAKNA LOGO JAMNAS 2011


I. Bentuk

Bentuk logo dari tiga elemen penting yaitu Tunas Kelapa, Jembatan Ampera, dan Elemen Air. Tunas Kelapa merupakan logo dari Pramuka itu sendiri. Jembatan Ampera merupakan Landmark kota Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan air menggambarkan Danau Teluk Gelam sebagai tempat pelaksanaan Jambore Nasional ini. Elemen air ini terdiri dari Sembilan garis yang menggambarkan bahwa pelaksanaan Jambore ini merupakan Jambore Nasional ke Sembilan

II.Typografi

Jenis tulisan memiliki kepribadian dan menunjukkan fungsi tertentu. Penggunaan yang konsisten dari jenis tulisan tertentu membuat audiens dengan mudah mengenali brand. Typografi Jambore Nasional 2011 menggunakan front Brushflash. Penggunaan front Brushflash mencerminkan semangat, kerjasama, dan kemandirian dalam pramuka itu sendiri.

III.Warna

Warna dasar utama yang dipilih adalah putih dan didukung oleh tiga warna lainnya yaitu merah, biru, dan hitam. Warna merah pada Jembatan Ampera dan tunas kelapa mencerminkan semangat dan kekuatan. Warna biru pada air mencerminkan kepercayaan, kesetiaan, ketenangan, kedamaian, dan ketulusan. Sedangkan warna hitam pada typografi mencerminkan kekuatan dan keagungan.

MAKNA MASKOT JAMBORE NASIONAL 2011

I .Bentuk

Karikatur Bangau Bluwok yang memikul tongkat berwarna merah dan diujungnya terikat bendera berwarna orange berlogo Tunas Kelapa.Burung Bangau berada pada posisi berdiri memakai Seragam Pramuka Penggalang lengkap beserta atributnya.
Si bluwok juga mengacungkan jari jempol tangan kanannya kearah depan.

II . Pengertian

Bangau Bluwok merupakan satwa liar yang harus dilindungi dari kepunahan.
Seragam Pramuka Penggalang dan atribut merupakan Pramuka yang harus memberikan cerminan tentang pentingnya melestarikan satwa dan lingkungan/alam sekitar.Jempol tangan kanan memberikan makna bahwasanya Pramuka kedepan harus lebih oke dan maju lagi.

III. Warna

Warna cokelat muda, menggambarkan kematangan dalam bersikap dan bertindak.Warna merah, menggambarkan sikap pemberani/kesatria/patriotik.Warna hitam, menggambarkan keinginan untuk mengabdikan diri di masyarakat.Warna cream, menggambarkan kelembutan dan kehalusansi Bawok.

NAMA MASKOT JAMBORE NASIONAL IX 2011

“ SI BAWOK “

  1. Makna
  • Merupakan singkatan dari “ Bangau Bluwok “
  • Mempunyai arti kepanjangan :

Berwatak Arif, Wawasan Organisasi, dan Kesatria “

  1. Gaya Bahasa
  • Pengucapan familier
  • Komunikatif
  • Mudah diingat dan dimengerti
  • Jenaka/lucu

BRIGADE PENOLONG SERAHKAN BANTUAN

Brigade Penolong Pramuka Saat Mengevakuasi Korban Dengan Tandu

SITUBONDO-JTC,- Untuk meringankan beban penderitaan yang dialami korban bencana alam angin putting beliung di Wilayah Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Brigade Penolong Pramuka Situbondo menyerahkan bantuan kemanusian kepada masyarakat Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, Sabtu (15/1/2011).Adapun bantuan yang diberikan Brigade Penolong Pramuka Situbondo kepada korban bencana alam angin putting beliung di Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo Jawa Timur ini berupa beras 5 sak, mie instans 30 dozz, air mineral 30 dozz, biscuit 17 dozz dan snac buat anak-anak.

Selain memberikan bantuan, Brigade Penolong Pramuka Situbondo ini juga mengevakuasi korban bencana alam anging putting beliung yang patah tulang warga Dusun Kecape, Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang. “Selan menyerahkan bantuan, kita juga melakukan evakuasi terhadap korban yang patah tulang dengan tandu untuk di bawa ke RSUD,” ujar Lukman Haqi.

Lebih lanjut, Lukman mejelaskan, bahwa kepedulian Pramuka terhadap bencana alam apu pun, merupakan salah satu kewajiban Gerakan Pramuka untuk saling menolong atau membantu sesame. “Dalam peristiwa ini, kita hanya mengerahkan 10 anggota untuk melakukan evakuasi terhadap korban bencana yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.