GALERY

SELAMAT DATANG

WELCOME TO BLOG PRAMUKA SITUBONDO
Image

DIVE PRAMUKA EMAS SITUBONDO 2011

DIVE PRAMUKA EMAS SITUBONDO 2011
PAMFLET

Jumat, 20 Agustus 2010

PELATIH PRAMUKA HARUS DISTANDARISASI





ImageJAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingnya pembaruan sistem kepramukaan di Indonesia sekarang ini. Yaitu, sistem kepramukaan yang harus menarik dan menyenangkan. Akan tetapi, juga harus menantang dalam arti sehat, terarah dan teratur. Sebab, sasarannya adalah pembentukan watak dan budi pekerti luhur.

Sistem kepramukaan juga harus meningkatkan standar kompetensi yang ingin dicapai oleh peserta didik melalui berbagai kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan oleh gugus depan.

"Oleh sebab itu, saya berharap aspek ketenagaan, yaitu para pembina, instruktur dan pelatih dapat distandarisasi melalui sertifikasi, registrasi dan lisensi," ungkap Presiden Yudhoyono, saat memberi sambutan di acara ulang tahun ke-49 Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) di Lapangan Gajahmada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Sabtu (14/8) sore tadi.

Dalam acara itu, hadir Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan sejumlah menteri lainnya, Gubernur DKI Fazui Bowo dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Asrul Aswar.

Menurut Presiden, upaya standarisasi pembina, instruktur dan pelatih Pramuka, semuanya itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan peran penting gerakan Pramuka dalam membina tunas-tunas harapan bangsa.

Gerakan Pramuka sesungguhnya memiliki perana penting, dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter. Peran itu antara lain, selain mencetak generasi muda sebagai generasi pembangunan, juga menjadi salah satu instrumen penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis, tambah Presiden.

Dikatakan Kepala Negara, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional Pramuka itu, Pramuka juga harus menjadi ajang berkarya bagi generasi muda yang kreatif, berkepribadian, tangguh dan berbudi luhur serta berdisiplin. Pramuka menjadi sarana pembelajaran bagi persaudaraan, pertemanan, dan kerukunan bagi sesama warga bangsa.

Untuk mencapai hal itu, para pimpin gerakan Pramuka di semua lapisan, patut mendengarkan kritik masyara at agar geraskan Pramukan dapat bisa lebih maju lagi. "Lakukan inovasi dan pembaruan, agar metodologi dan kegiatan kepramukaan semakin tepat dan sesuai dengan perkembangan zaman," lanjut Presiden.

Sejak didirikan 14 Agustus 1961, kata Presiden gerakan pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman dan menjadi wadah tempat mendidik, membina dan mengembangkan karakter dan jati diri bangsa kita yang unggul dan mulia. Sumber http://www.pramukanet.org

By. Kak Jarwo

Rabu, 11 Agustus 2010

Wapres Harapkan Pramuka Dapat Bentuk Karakter Bangsa

Jakarta : Wakil Presiden Boediono menerima Ketua Kwartir Nasional Gerakan Premuka Azrul Azwar di kantor Wapres. Wapres berharap gerakan pramuka dapat membentuk karakter bangsa."Bapak Wakil Presiden mengharapkan gerakan pramuka bisa memberikan peranan yang besar untuk pembentukan karakter bangsa," kata Azrul Azwar usai bertemu dengan Wapres di kantornya, Jakarta, Rabu (4/8).

Bila gerakan Pramuka dapat membentuk karakter bangsa maka itu merupakan keberhasilan bagi pembagunan bangsa dan tanah air.Wapres, tutur Azwar, juga memberikan nasehat agar gerakan Pramuka terus mengalangkan kerjasama yang baik. "Kerjasama dengan instansi terkait dan menekankan bahwa nilai-nilai dalam dasadarma itu bisa diamalkan dan dipraktekkan karena yang penting bagi pembentukan karakter saat ini," ujarnya.

Azwar mengaku dalam pertemuan dengan Wapres, dirinya melaporkan terkait kegiatan gerakan Pramuka."Kita laporkan tadi apa yang telah kita lakukan dalam rangka revitalisasi gerakan Pramuka itu," cetusnya. "Pertama kita telah melakukan pelatihan pembina sebab tidak mungkin gugus depan itu jalan tanpa pembina. Jadi sudah kita laporkan, dan Kedua kita juga melakukan pengadaan alat-alat dan pelatihan gerakan Pramuka di gugus depan. Ketiga melakukan pembaharuan materi," jelasnya. (sumber: inilah.com) by. kak Jarwo

Satu Pramuka untuk Satu Indonesia





ImageJakarta: Rancangan Undang-undang Kepramukaan masih dalam pembahasan di Komisi X DPR RI. Sikap pemerintah jelas terhadap Gerakan Kepramukaan, yaitu hanya ada satu Pramuka untuk satu Indonesia, kata Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, pada pembukaan Rakernas Gerakan Pramuka 2010 di Cibubur, Jakarta, Jumat (23/4) pagi.

Sebelumnya, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar berharap DPR secepatnya menyelesaikan Rancangan Undang-undang Kepramukaan, bukan RUU Kepanduan. "Pada pertemuan dengan Komisi X beberapa waktu lalu, semua sepakat UU itu adalah UU Gerakan Pramuka, bukan UU Kepanduan,'' ujar Azrul yang meminta dukungan Menpora agar mendorong percepatan pengesahan UU Gerakan Kepramukaan.

Menanggapi hal tersebut, Menpora mengatakan bahwa posisi pemerintah mengenai RUU Gerakan Kepramukaan sangat jelas bahwa hanya ada satu Pramuka di Indonesia. "Kalau DPR sepakat, mari buat UU Kepramukaan. Kalau DPR tidak sepakat, tidak perlu ada UU Kepramukaan,"katanya.
Menpora juga menegaskan, pemerintah mendukung Gerakan Pramuka tanpa mencampuri otonomi dan independensi gerakan tersebut. Sama seperti posisi pemerintah dengan KONI. "Posisi Pramuka sama dengan KONI, pemerintah tidak mencampuri tapi memfasilitasi," jelas Menpora.
Menpora menambahkan, setelah selama ini pihaknya sering mengirim atlet-atlet ke luar negeri, sudah saatnya Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mengirim anggota-anggota Pramuka terbaik mengikuti Jambore Internasional di luar negeri. By. kak. Jarwo

(http://www.kemenpora.go.id)

Rabu, 04 Agustus 2010

DIKLAT MANAJEMEN GUDEP 2010


Menjelang Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke 49 di tahun 2010 ini Kwartir Cabang Gerakan pramuka Situbondo menggelar kegiatan Diklat Manajemen Gudep sekaligus Registrasi Nomer Gugus Depan yang baru. Uda saatnya kita untuk meregistrasi nomer gudep mengingat banyaknya gugus depan yang belum mempunyai nomer gudep. Diklat Manajemen Gudep kali ini di ikuti oleh guru yang menangani pramuka di tingkat sekolah, peserta diklat saat ini berjumlah 350 orang dari berbagai gugus depan SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK/MA Negeri/Swasta se Kabupaten Situbondo. Pelaksanaan Diklat kali ini di laksanakan pada Tanggal 7 Agustus 2010 bertempat di Pendopo Bupati Situbondo dengan materi diklat sebagai berikut ;
1. Upacara pembukaan oleh Wakil Bupati Situbondo selaku Ka. Warcab Gewrakan Pramuka
2. Pembinaan Karakter Bangsa
3. Dinamika Kelompok
4. Administrasi Gugus Depan
5. Prinsip Dasar Kepramukaan
6. Visi dan Misi Gerakan pramuka
7. Majelis Pembimbing
8. Seragam Pramuka
9. Manajemen Stres dan Manajemen pribadi
10. Manajemen Resiko
11. Tehnik Pemecahan Masalah
12. Kebijakan Eksul pramuka dan Bos
13. Rencana Tindak lanjut
14. Upacara penutupan Oleh Ka. Diknas kab. Situbondo
Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 07.00 s.d 14. 00 Wib. ( Humas kwarcab )

Senin, 02 Agustus 2010

Muslim AS Tanamkan Ajaran Islam Melalui Pramuka

Pramuka online, Washington 13 Juli 2010


"Dengan merasa terhormat saya akan mencoba untuk mengabdi kepada Tuhan dan negara saya, untuk membantu orang-orang setiap waktu dan untuk menjalani hidup dengan peraturan pramuka," Mena mengutip janji pramuka sambil mengangkat tiga jari tangan kanannya, isyarat pramuka yang mendunia.

Gadis Muslim berusia 15 tahun dari Virginia utara itu telah mencintai pengalaman tersebut sejak ia bergabung dengan kelompok pramukanya di Islamic Center tiga tahun lalu.

"Kau dapat bertemu dengan berbagai macam orang, kau memiliki banyak kesempatan yang tidak akan kau dapatkan selain di sini," ujar gadis berkerudung itu sambil tersenyum saat ia berdiri di antara teman-teman sekelompoknya di Cadette and Senior Girl Scouts di Masyarakat Muslim Area Dules (ADAMS).

"Seperti di tahun pertama saya ikut pramuka ketika bertemu dengan Presiden Bush saat itu," kenangnya. "Waktu itu ada pertandingan softball di Gedung Putih dan kami ikut dalam upacara bendera di sana."

Razia Sohail, pemimpin kelompok, mengatakan bahwa pramuka adalah tentang menemukan ketertarikan yang semakin meningkat sebagai aktivitas anak-anak Muslim.

"Kegiatan ini menjadi sangat populer, banyak keluarga yang meminta anak-anaknya bergabung dengan kami," ujarnya.

Hampir semua Islamic Center atau Masjid yang besar mengorganisir kelompok pramuka untuk komunitas lokal mereka.

Di ADAMS sendiri terdapat lebih dari 200 anggota pramuka.

Menurut Boy Scouts of America, kelompok-kelompok pramuka Muslim telah meningkat dalam dua tahun terakhir.

Mereka mengatakan bahwa sekitar 2.000 anggota pramuka baru mendaftar di 112 kelompok melalui sekolah-sekolah Islam dan Masjid.

Banyak orangtua Muslim yang lebih memilih pramuka karena aktivitasnya sesuai dengan ajaran Islam.

"Saya rasa prinsip-prinsip Islam dapat dimasukkan dengan sangat baik ke dalam kepramukaan," ujar Navid Khan, seorang ayah dari tiga orang anak.

"Konsep kepramukaan aktivitas yang bersih dan menyeluruh. Mengajari mereka untuk membantu sesama, melakukan hal yang benar, dan menjadi bersih, berani, dan jujur. Saya seperti itulah Islam."

Dua anak perempuan Khan adalah anggota Junior Scout Troops, dan ia kini menunggu untuk anak laki-lakinya, Adam, yang akan segera berusia lima tahun, untuk bergabung dengan Daizy Troops.

"Saya sendiri berencana untuk menjadi ketua kelompok pada saat itu."

Karima Shamma, ibu dari dua orang anak, mengatakan bahwa kegiatan pramuka memberikan anak-anaknya lingkungan yang sempurna dan contoh positif untuk diteladani.

"Kepramukaan memberi mereka rasa tanggung jawab dan membuat mereka terlibat dalam kegiatan sosial."

Karima tidak sepakat dengan pendapat beberapa orang yang takut kepramukaan akan mengganggu proses tumbuh besar mereka secara Islami, terutama bagi anak perempuan.

"Saya sendiri dulu juga ikut pramuka, bahkan di sebuah kelompok non-Muslim," kenang Karima, yang keturunan Mesir namun lahir dan besar di AS.

Ia mengatakan bahkan jika anak perempuannya secara tak sengaja melihat sebuah aktivitas yang tidak berkaitan dengan Islam selama interaksinya dengan kelompok non-Muslim, maka itu akan menjadi kesempatan edukasional yang bagus untuknya.

"Itu akan menjadi kesempatan baginya untuk melihat hal itu dan bertanya mengapa mereka melakukannya, dan kemudian itu akan menjadi sebuah kesempatan untuk berdialog dengannya dan memberitahunya bahwa itu adalah bagaimana orang lain meyakini dan menjalani hidupnya," ujarnya.

"Lagipula kita hidup di masyarakat yang luas. Kita bukan masyarakat yang tertutup, dan anak-anak kita akan menyaksikan hal-hal semacam itu bagaimanapun caranya."

Saira, yang telah menjadi anggota pramuka sejak masih duduk di taman kanak-kanak, senang berinteraksi dengan orang lain, seperti ketika kelompok pramukanya bertemu dengan kelompok pramuka non-Muslim dari kota Falls Church di sebuah acara.

Ia juga senang mengenakan lencana pramuka kemana pun ia pergi.

"Selalu menyenangkan mengatakan pada orang-orang bahwa saya adalah anggota pramuka," ujar gadis berusia 16 tahun ini.

Rahima Ullah, ketua Brownie Troops untuk kelas dua dan tiga, mengatakan bahwa kegiatan seperti pergi menginap bersama kelompok non-Muslim memberikan kesempatan pada anak-anak untuk melebur dengan masyarakat yang lebih luas.

"Pramuka adalah tentang menjadi inklusif dan merasa bahwa semua orang diterima dan dimasukkan."

Ullah, yang telah menjadi ketua kelompok pramuka selama empat tahun, percaya bahwa kepramukaan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk merayakan menjadi Muslim Amerika.

Ia mengatakan bahwa Masjid-masjid dan Islamic Center mungkin menerima pramuka karena merupakan salah satu sumber terbaik untuk menekankan pesan tersebut.

"Kami memelihara tradisi Islam kami dan mengeluarkan yang terbaik dari apa yang kami miliki di Amerika sini," ujar Ullah.

"Kami berada di Amerika, ini adalah rumah dan negara kami. Mengapa menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang telah ada?"(Sumber berita: http://www.suaramedia.com)By Kak Luck/Jarwo