GALERY

SELAMAT DATANG

WELCOME TO BLOG PRAMUKA SITUBONDO
Image

DIVE PRAMUKA EMAS SITUBONDO 2011

DIVE PRAMUKA EMAS SITUBONDO 2011
PAMFLET

Jumat, 22 Juli 2011

AKTIVITA DI TENDA PESERTA JAMNAS

MANDI CUCI KAKUS. Peserta Jamnas tetap ceria meskipun harus mengantre saat melakukan kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK).

Senyuman khas anggota Gerakan Pramuka yang ramah menyambut kedatangan Tim Humas Kwarnas yang sore itu (6/7) berkunjung ke beberapa tenda peserta. Aktivitas remaja yang mencirikan Pramuka jelas sekali tergambar. Saat mengantri di (Mandi,Cuci dan Kakus) MCK. Mengantri mendapatkan bahan natura untuk peserta masak di tenda, anjangsana dengan tetangga tenda sampai seru-seruan berlomba di lapangan keluran setiap sorenya.

Termasuk aktivitas menyisir dan menjalin rambut di teras tenda. Ada juga yang sudah rapi dengan seragam kontingennya dan duduk sambil menyapa teman yang melintas dan mempersilakan mampir mencicipi makanan khas daerahnya.

Seperti Penggalang dari Kwarcab Sawahlunto, Kwarda Sumatera Barat yang menghias tendanya dengan kardus bekas tempat menyimpan telur yang menjadi nilai seni tersendiri. Begitu juga peserta dari Kwarcab Yahukimo, Kwarda Papua yang posisi tendanya persis berada di jalan utama, siapa saja pasti tertarik singgah, karena di depan tenda mereka pajang semua benda seni khas Papua, seperti lukisan kayu, tas noken, tifa dan juga koteka. Siapa saja pasti mau berfoto bersama di depan gapura tenda mereka yang khas.

By. Kak. Jarwo Sumber : Humas Kwarnas Gerakan Pramuka

PRESIDEN SBY MEMBUKA SECARA RESMI JAMNAS IX 2011 DI OKI SUMSEL

Jambore Nasional 2011: Sumbangan Pramuka untuk Membentuk Karakter Orang Muda

Presiden SBY Membuka Jambore Nasional IX Tahun 2011 di OKI-Sumatera Selatan

OGAN KOMERING ILIR – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, Sabtu (2/7) membuka Jambore Nasional 2011 di Bumi Perkemahan Danau Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Selama sepekan 17.000 pramuka penggalang (usia 11-15 tahun) mengikuti 57 mata kegiatan jambore yang bertema ‘Bersatu Teguh Menuju Indonesia Gemilang’.

Selain penggalang utusan 495 kwartir cabang (kabupaten/kota) di Tanah Air, Jambore Nasional ini juga diikuti 200 anggota pramuka yang berasal dari negara sahabat seperti Persekutuan Pengakap Malaysia, Pengakap Brunai Darusalam dan Boy of Scout Singapura. Sekitar 3.000 anggota pramuka dewasa berperan sebagai panitia, pimpinan dan dokter kontingen serta pembina pendamping.

Selama satu minggu, adik-adik pramuka yang berbeda etnis, agama, daerah dan kelas sosial itu hidup bersama di tenda. Mereka mempraktikkan arti kemandirian, gotong royong, kejujuran dan berlatih keterampilan. “Sikap toleransi dan persaudaraan yang menjadi pijakan bagi multikulturalisme diharapkan meresap di kalangan peserta,” kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar.

Jambore dan lomba tingkat merupakan salah satu kegiatan bagi pramuka golongan penggalang di tingkat kwartir. Selama di gugus depan (Gudep) mereka berlatih menerapkan nilai-nilai yang ada pada Dasa Darma dan menambah keterampilan untuk menjadi bekal hidup (life skill). Sumbangan Gerakan Pramuka, kata Azrul, adalah membentuk karakter generasi muda. Korupsi dan krisis moral yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini karena lemahnya karakter atau watak. Azrul berharap pemerintah, dunia usaha dan semua pihak membantu kegiatan pramuka demi Indonesia yang lebih baik.

“Kami ajak adik-adik memahami isu-isu terkini,” kata Ketua Kwartir Daerah Pramuka Sumatera Selatan Abdul Shobur selaku Ketua Panitia Pelaksana Jambore Nasional. Dia menyebut kegiatan go green – global development village seperti diskusi tentang bahaya narkoba, praktik daur ulang sampah, diskusi pemanasan global dan perubahan iklim. Termasuk pengenalan energi terbarukan seperti biogas, bioetanol, energi surya, mikrohidro dan penjernihan air.

Menurut Shobur, peserta Jambore Nasional 2011 akan mengikuti tiga kelompok kegiatan yaitu perkemahan, kegiatan rotasi, dan kegiatan non-rotasi. Kegiatan perkemahan meliputi keagamaan, olahraga, upacara dan apel pasukan, permainan persaudaraan, forum Penggalang, anjangsana, kunjungan pameran dan games (quiz). Kegiatan rotasi meliputi teknologi dan industri, scouting skill, adventure chalellenge, go green – global development village, dan kegiatan wisata.

Sedangkan kegiatan non rotasi meliputi pendidikan dan seni budaya, dan kegiatan khusus antara lain pemecahan Rekor Muri, kegiatan Pramuka Luar Biasa dan Pramuka Luar Negeri. Kegiatan Jamnas yang dikemas dalam bentuk ‘pesta kreatif, edukatif dan rekreatif’ ini akan dilaksanakan sebagian besar (75%) di dalam perkemahan, dan hanya 25% di luar perkemahan. “Tenda dan kegiatan tersebar di Danau Teluk Gelam yang indah,” kata Abdul Shobur. Rencananya kegiatan Jambore Nasional 2011 akan ditutup Wakil Presiden Boediono selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Nasional pada 9 Juli 2011.

Dalam laporannya kepada Presiden, Azrul Azwar menjelaskan perkembangan program Revitalisasi yang telah berjalan lima tahun dan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. ”Kegiatan kepramukaan tampak marak di seluruh tanah air,” katanya. Pelbagai kegiatan pembenahan organisasi telah banyak dilakukan. Dampaknya, di seluruh Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang yang tersebar diseluruh Indonesia, mulai aktif kembali melaksanakan pelbagai kegiatan kepramukaan.

Azrul juga memaparkan fokus revitalisasi di gugus depan (Gudep). Menurutnya, pembenahan Gudep sedang giat dilakukan. Ada 6 kegiatan pokok yang sedang dan akan terus dilaksanakan untuk pembenahan tersebut. Pertama, memantapkan organisasi Gudep melalui proses akreditasi. Kedua, meningkatkan kompetensi pembina melalui proses sertifikasi. Ketiga, melengkapkan fasilitas pendidikan melalui program bantuan Gugusdepan Kit.

Keempat untuk Gudep berbasis Sekolah, menggalang keterlibatan pelbagai pihak terkait melalui pemberdayaan Komite Sekolah. Kelima, membantu penyediaan biaya operasional Gudep melalui proses pengintegrasian dengan dana BOS. Keenam memperbaharui kurikulum dan metoda pendidikan, melalui proses penyesuaian dengan pelbagai perkembangan mutakhir.

Azrul berharap, secara bertahap tetapi pasti Gudep, yang merupakan ujung tombak Gerakan Pramuka dapat aktif kembali menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Diharapkan dalam tiga tahun kedepan pendidikan kepramukaan yang telah diperbaharui tersebut dapat diselenggarakan oleh seluruh Gugusdepan yang tercatat sebanyak 270.000 buah di Indonesia.

By. kak. jarwo sumber : humas Jamnas IX 2011

PESERTA JAMNAS BELAJAR BERKENDARAAN YANG AMAN


KESELAMATAN PENGENDARA. Peserta Jamnas IX tahun 2011 di Teluk Gelam,Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mendapat informasi bermanfaat tentang keselamatan pengendara dan perlengkapan yang mendukung keselamatan dalam berkendaraan.

Hari ini (4/7) peserta Jambore Nasional (Jamnas) IX tahun 2011 mengikuti beragam kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan. Diantaranya Kegiatan Teknologi Otomotif.

Pada kegiatan ini, peserta mendapat informasi seputar pendidikan keselamatan pengendara (safety riding) dan juga perlengkapan pengendara (safety gear), hingga Kegiatannya tidak hanya mengenalkan fisik sebuah kendaraan bermotor/otomotif tapi juga cara berkendaran dengan aman.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini juga tampak bersemangat, karena materi yang disampaikan tidak menjenuhkan. Peserta diajak mengenal marka jalan dan peraturan lalu lintas termasuk informasi umum seperti cara kerja rem dan mesin kendaraan bermotor, melalui alat peraga.

“Di Jamnas ini peserta diberikan informasi tentang safety riding dan safety gear. Pendidikan keselamatan berkendaraan itu mengacu pada Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ,” Ketua Bidang Kegiatan Otomotif yang sehari-hari berdinas di Satlantas, Polresta Palembang, Bripka M Muhtasor menjelaskan.

Lebih lanjut Kak Muhtasor menerangkan, “Setelah pulang ke daerahnya, Pramuka Penggalang semakin faham cara berkendaraan dengan aman, dengan lebih dulu mengenal system kerja mesin kendaraan bermotor hingga memahami rambu-rambu lalu lintas danmarka jalan,” tanda Kakak yang sebelum bergabung dalam Polisi Republik Indonesia, sempat aktif Pramuka hingga tingkat Penggalang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00-15.00 WIB, dimeriahkan dengan acara bagi-bagi hadiah berupa helm dan perlengkapan kendaraan bermotor lain, membuat peserta Jamnas semakin betah berjam-jam berada di anjungan kegiatan ini, sambil sesekali menikmati selingan penampilan band dari panggung kecil di depan anjungan yang membawakan lagu-lagu hits remaja.

Kontan saja, anjungan kegiatan Teknologi Otomotif di area kegiatan Jamnas 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Sumatera Selatan ini, memiliki kesan tersendiri bagi Pramuka Penggalang yang hadir dari seluruh Indonesia.

BY. Kak. jarwo Sumber: Humas Kwarnas

PREI\SIDEN MINTA SEMUA PIHAK BANTU GUDEP

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (kiri) didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.

Kayu Agung – Sebanyak 17.000 pramuka penggalang mengikuti aneka kegiatan di Bumi Perkemahan Dana Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Selama ini saya ajak teman-teman di sekolah menjadi anggota pramuka agar tidak ikut-ikutan menggunakan narkoba,” kata Tarsisius J Wihage, peserta dari Kwartir Cabang Bogen Digul, Kwartir Daerah Papua kemarin, usai mengikuti kegiatan diskusi bahaya narkoba.

Tarsisius menjelaskan tidak semua daerah di Papua dipenuhi pengguna narkoba. Masih banyak, katanya, remaja dan pemuda yang baik. Siswa kelas tiga SMP ini mengaku aktivitasnya di pramuka makin menguatkan kepercayaan diri, kemandirian dan memperbanyak teman. Pendapat Tarsisius dibenarkan peserta Jambore Nasional lain yang diikuti penggalang (pramuka berusia 11-15 tahun) dari seluruh Tanah Air.

Arnoldus Douw dari Kwartir Cabang Dogiyai, Nabire, Papua mengaku mendapat 50 teman selama tiga hari di lokasi Jambore yang berlangsung 2-9 Juli 2011. Arnoldus yang menjadi Sekretaris Regu Cenderawasih ini, bercita-cita masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri untuk menjadi Camat. “Seleksi mengikuti Jamnas ini sangat berat, tapi saya menikmati,” kata Angkin Anindita, peserta dari Jawa Tengah. Dia senang mendapat teman dan keterampilan baru.

Memang, Jambore yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu lalu, menyajikan 57 mata kegiatan. “Kami ajak adik-adik memahami isu-isu terkini,” kata Ketua Kwartir Daerah Pramuka Sumatera Selatan Abdul Shobur selaku Ketua Panitia Pelaksana Jambore Nasional.

Dia menyebut kegiatan go green – global development village seperti diskusi tentang bahaya narkoba, praktik daur ulang sampah, diskusi pemanasan global dan perubahan iklim. Termasuk pengenalan energi terbarukan seperti biogas, bioetanol, energi surya, mikrohidro dan penjernihan air. Kegiatan lain adalah teknologi dan industri, scouting skill, petualangan dan wisata.

“Jadikan Gerakan Pramuka sebagai pelindung kaum muda dari ancaman aksi kekerasan, radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba,” kata Presiden Yudhoyono ketika membuka Jambore Nasional. Untuk itu, Presiden meminta para menteri, pemerintah daerah, dunia usaha dan semua pihak membantu kegiatan pramuka di kwartir dan gugus depan, baik yang berbasis di sekolah maupun di kompleks perumahan.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar memaparkan fokus revitalisasi di gugus depan (Gudep) yang berjumlah 270.000 buah. Ada 6 kegiatan pokok yang sedang dan akan terus dilaksanakan untuk pembenahan Gudep. Pertama, memantapkan organisasi Gudep melalui proses akreditasi. Kedua, meningkatkan kompetensi pembina melalui proses sertifikasi. Ketiga, melengkapkan fasilitas pendidikan melalui program bantuan Gugusdepan Kit.

Keempat untuk Gudep berbasis Sekolah, menggalang keterlibatan pelbagai pihak terkait melalui pemberdayaan Komite Sekolah. Kelima, membantu penyediaan biaya operasional Gudep melalui proses pengintegrasian dengan dana BOS. “Keenam memperbaharui kurikulum dan metoda pendidikan, melalui proses penyesuaian dengan pelbagai perkembangan mutakhir,” kata Azrul.

Menurut Azrul, Jamnas 2001 di Ogan Komering Ilir ini juga diikuti 80 pramuka dari Malaysia dan Singapura. Mereka berbaur dengan adik-adik pramuka Indonesia yang berbeda etnis, agama, daerah dan kelas sosial.Mereka mempraktikkan arti kemandirian, gotong royong, kejujuran dan

berlatih keterampilan. Mereka juga hidup di perkemahan dengan kondisi air yang minim, panas dan kesulitan MCK. “Sikap toleransi dan persaudaraan yang menjadi pijakan bagi multikulturalisme diharapkan meresap di kalangan peserta,” katanya. (Untung W)

by. kak. jarwo Sumber : http://www.tempointeraktif.com

Jumat, 15 Juli 2011

KETUA MABICAB DAN KETUA KWARCAB SITUBONDO DIKUKUHKAN


fOTO JTC : Ketua Mabicab Lantik Ketua Kwarcab

SITUBONDO-JURTIM,-Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto, SH dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka. Mabicab) Gerakan Pramuka Cabang Situbondo oleh Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur Drs. H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). Kemudian, Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Cabang Situbondo melantik Rachmad SH, M.Hum selaku Ketua Kwartir Cabang (Ka.kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Situbondo masa bhakti 2010 – 2016.Acara pelantikan yang berlangsung di pendopo kabupaten, Jalan Kartini No. 1 Situbondo ini, disaksikan oleh seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Situbondo, Damdim 0823, Kapolres Situbondo, Kejari Situbondo, Ketua Pengadilan Negeri Situbondo dan tamu undangan lainnya. Selain itu, acara pelantikan atau pengukuhan dihadiri oleh Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur.

Seusai melaksanakan prosesi pengukuhan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka. Mabicab) Gerakan Pramuka Cabang Situbondo dan pengukuhan atau pelantikan Ketua Kwarcab (Ka.kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Situbondo masa bhakti 2010 – 2016, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH dalam sambutannya, berharap kepada Ketua dan pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo yang baru dilantik agar dapat mengemban amanah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Pramuka No 12 Tahun 2010 dan AD/ART Pramuka.

‘’Harapan saya kepada Wakil Bupati Situbondo selaku Ketua Cabang Gerakan Pramuka Situbondo untuk dapat bekerja dengan baik serta memberikan kemudahan, sarana dan prasarana pembinaan sehingga jajaran gerakan pramuka di Kabupaten Situbondo dapat membawa generasi muda ke arah yang lebih baik,’’ kata bupati.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Bupati Situbondo dalam sambutannya, namun beliau juga berharap tunas-tunas bangsa akan tumbuh kembali di dalam organisasi Pramuka yang dipimpin oleh Rachmad SH, M.Hum selaku Ketua. “Saya berharap kepada ketua maupun pengurus Pramuka yang baru dilantik dapat membentuk atau menjiwai Organisasi Pramuka secara tulus. Dan saya berharap Pramuka di Kabupaten Situbondo dapat membentuk krakter masyarakat Kabupaten Situbondo menjadi krakter yang kokoh, bermartabat dan menjiwai nilai-nilai kerukunan berbangsa dan bernegara serta menjunjung tinggi norma-norma agama,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Syaifullah Yusuf yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berharap Kwartir Pramuka Kabupaten Situbondo dapat berjaya di bawah kepemimpinan Rachmad, SH, M.Hum.

“Mudah-mudahan dengan kepemimpinan Wakil Bupati Situbondo selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo dapat mengejawantahkan program-program Pramuka yang lebih menarik, sehingga dapat menarik perhatian generasi muda untuk bergabung menjadi pramuka-pramuka yang berbakti pada nusa dan bangsa,” ujar Wagub Jatim.

Selain itu, Wagub Jatim juga menyampaikan selamat dan menaruh kepercayaan penuh kepada kepengurusan Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo periode 2011-2016. Namun ia mengingatkan bahwa beban dan tanggung jawab yang diemban oleh kepengurusan ini adalah sebuah pengabdian, maka Wagub juga berharap agar pengurus yang baru dilantik tetap kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan, tantangan dan senantiasa optimis dan memiliki kepekaan dalam melihat peluang untuk mampu tetap bergerak ke depan menjawab semua yang menjadi tugas mulia Gerakan Pramuka.

Sekedar informasi, pelantikan ditandai dengan pemasangan tanda jabatan dan pengucapan ikrar yang diucapkan oleh seluruh pengurus. Dan Kwarda Pramuka Jawa Timur memberikan bantuan peralatan pramuka untuk Gugus depan, senilai Rp. 80 juta.

Foto JTC : Wagub Sematkan

By. kak. Jarwo [ sekretaris II Kwarcab ]

VN:F [1.9.8_1114]
VN:F [1.9.8_1114]

Ketua Kwarcab Situbondo Lepas Kontingen Pramuka Penggalang Ke Jambore Nasional



Foto :P ramuka Penggalang fose bareng Ketua Kwarcab dan Dandim

SITUBONDO-JURTIM,-Bertempat di pendopo kabupaten Jalan Kartini No 1 Situbondo, Ketua Kwarcab Pramuka Situbondo Rachmad, SH. M.Hum didampingi Dandim 0823 Situbondo Syaifull Rachman, melepas 4 regu kontingen Pramuka Penggalang Kabupaten Situbondo ke Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan.

Pelepasan 4 regu Pramuka Penggalang putra-putri dalam mengikuti Jambore Nasional ke XI Tahun 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kemandirian kepemimpinan, ketrampilan, persatuan dan kesatuan pramuka penggalang serta memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Pramuka Tri Satya dan Dasa Darma.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Lukman Habsi, Ketua Panitia pelepasan Pramuka Penggalang ke Jambore Nasional mengatakan, Jambore Nasional adalah pertemuan Pramuka Penggalang se-Indonesia yang dilaksanakan dalam bentuk perkemahan besar. Jambore Nasional dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dengan peserta dari perwakilan seluruh Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

“Jambore Pramuka Penggalang merupakan kegiatan rekreasi edukatif yang dilaksanakan di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang dengan menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, “ jelas Lukman Haqi dalam laporannya.

Sementara itu, Dandim 0823 Situbondo Syaifull Rachman selaku anggota Mabicab Pramuka Kabupaten Situbondo dalam arahannya mengatakan, kontingen pramuka Kabupaten Situbondo yang di kirim untuk mengikuti kegiatan Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan agar mampu memanfaatkan wahana Jambore untuk menimba ilmu.

“Saya berharap, adik-adik pramuka yang dikirim ke Jambore Nasional harus mampu mengharumkan nama Kabupaten Situbondo dan mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata di Bumi Perkemahan Teluk Gelam. Dan saya juga berharap adik-adik dapat meningkatkan kreativitas kepramukaannya dalam menghadapi adu ketangkasan dengan kabupaten lain. Selain itu, saya juga meminta agar adik-adik mampu menjaga kesehatannya dan sportivitas dalam membangun kebersamaan,” ujar Dandim.

Selanjutnya, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo Rachmad, SH, M.Hum dalam sambutan singkatnya menjelaskan, Pramuka Penggalang dari Kabupaten Situbondo harus tampil baik pada Jambore Nasional ke IX Tahun 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan. “Jika Pramuka Penggalang Kabupaten Situbondo mampu menampilkan kreativitasnya dalam adu ketangkasan di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan, maka saya yakin nama harum Kabupaten Situbondo akan semerbak wanginya ke seluruh penjuru Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Situbondo ini menghimbau kepada 30 orang peserta Pramuka Penggalang dan 6 orang peserta pembina, agar bisa menjaga kesehatan, kekompakan dan kebersamaan dalam satu panji, yakni panji Kabupaten Situbondo. “Saya harap adik-adik saat berada di Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan, tidak mengatasnamakan sekolahnya masing-masing, namun harus mampu menggalang kekompakan dalam satu panji, yakni panji Kabupaten Situbondo,” tuturnya. *** by. kak. jarwo