GALERY

SELAMAT DATANG

WELCOME TO BLOG PRAMUKA SITUBONDO
Image

DIVE PRAMUKA EMAS SITUBONDO 2011

DIVE PRAMUKA EMAS SITUBONDO 2011
PAMFLET

Selasa, 25 Oktober 2011

Gerakan Pramuka Berhasil Pecahkan Rekor Dunia Mengembangkan Bendera Merah Putih di Laut Situbondo

Official World Record menyerahkan sertifikat kepada Waka Kwarnas Gerakan Pramuka, Amaroso Katamsi sebagai pemecahan rekor mengembangkan bendera Merah Putih sebesar 1.000 m2 dan berhasil membawanya bibir pantai

Dalam kegiatan yang bertajuk Dive Pramuka Emas 2011, Gerakan Pramuka berhasil mengembangkan Bendera Merah Putih sebesar 1.000 m2 di laut Situbondo pada ahad, Minggu 23/10 di Pantai Pasir Putih, Situbondo. Upaya mengembangkan Bendera Merah Putih itu melibatkan 416 orang penyelam, yaitu dari unsur utama anggota Gerakan Pramuka, TNI AL, Polri dan komunitas penyelam lainnya.

Kegiatan itu berhasil memecahkan rekor dunia, dan Gerakan Pramuka menerima sertifikat dari Record Holders Republic, yaitu perwakilan Museum Rekor Dunia di Indonesia. Menurut pihak Record Holders Republic, kategori pemecahan rekor tersebut adalah berhasil mengembangkan bendera Merah Putih sebesar 1.000 m2 dan berhasil membawanya bibir pantai.

Turut menyaksikan kegiatan tersebut Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Amoroso Katamsi, Kepala Staf TNI AL, Wakil Gubernur selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Bupati selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Situbondo, dan undangan lainnya.

Dengan pemecahan rekor dunia itu, Official World Record menyerahkan sertifikat kepada Kwarnas yang dalam hal ini diterima oleh Wakil Ketua Kwarnas dan Ketua Pimsaka BahariTingkat Nasional.

Dive Pramuka Emas 2011 ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan peringatan Tahun Emas, 50 Tahun Gerakan Pramuka, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan serangkaian acara kegiatan dalam rangka dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman Anggota Gerakan Pramuka. Serangkaian kegiatan itu di antaranya Estafet Tunas Kelapa yang saat ini sedang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia dan Dive Pramuka Emas Tahun 2011 serta berbagai kegiatan lain termasuk upaya peningkatan kepedulian kepada sesama dan lingkungan sudah dilaksanakan dengan baik.

Dive Pramuka Emas Tahun 2011 yang diselenggarakan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur ini melaksanakan kegiatan mengembangkan Bendera Merah Putih seluas 1.000 m2 oleh 1.000 penyelam di Pasir Putih, Situbondo, Jawa Tumur.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H disela-sela persiapan menyampaikan “Ini merupakan kegiatan yang sangat fenomenal dalam sejarah Gerakan Pramuka, di samping kegiatan lainnya. Hasil karya Anggota Gerakan Pramuka ini patut mendapat apresiasi bagi pelaksana kegiatan Dive Pramuka Emas Tahun 2011, yaitu Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur”, ungkap Kak Azrul Azwar.

Selain kegiatan mengembangkan Bendera Merah Putih 1.000 m2 itu, kegiatan yang berlangsung tanggal 22 – 23 Oktober 2011 ini, ditempat yang sama juga berlangsung kegiatan Pesta Rakyat Pantai, peresmian terumbu karang Pramuka Emas, dan Estafet Tugas Kelapa yang patakanya sedang dikirap dan diterima oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Situbondo.

Sebelum acara utama dilaksanakan, yaitu mengembangkan Bendera Merah Putih, terlebih dahulu dilaksanakan upacara peresmian Dive Pramuka Emas 2011. Dalam acara tersebut Kepala Staf TNI Al menyematkan tanda penghargaan Pramuka berupa Lencana Setya Wira Utama kepada Laksda TNI Iskandar Sitompul, SE, Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Bahari Tingkat Nasional, Mayjen TNI Afan Burhan, Mabi Saka Wira Kartika Tingkat Nasional, Mayjen TNI Gatot Nurwantyo, Mabi Saka Wira Kartika Jawa Timur, Laksda TNI Ade Supandi, SE, Mabi Saka Bahari Jawa Timur, dan Irjen Pol. Drs. Hadiatmoko, S.H.

Situbondo, 23 Oktober 2011

Sumber: Biro Abdimas dan Humas Kwarnas Gerakan Pramuka

Senin, 10 Oktober 2011

Dive Pramuka Emas 2011

Dive Pramuka Emas 2011Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka Memperingati ulangtahunnya ke-50 dan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-83 akan menyelenggarakan Dive Pramuka Emas 2011 dengan kegiatan utama pengembangan bendera Merah Putih 1.000 m2 oleh sedikitnya 1.000 orang penyelam di Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur 22 – 23 Oktober 2011

Sehubungan dengan itu, mohon kerjasama Kakak untuk dapat mensukseskan Dive Pramuka Emas 2011 tersebut dengan mengirimkan para penyelam anggota di komunitas Kakak beserta peralatan dan perlengkapannya.

Kegiatan penyelaman tersebut terbuka untuk umum dengan persyaratan:

  1. Memiliki Sertifikat selam minimal open water (Pramuka, Nasional, Internasional, TNI, Polri);
  2. Berbadan sehat (Jasmani dan Rohani) yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter;
  3. Bersedia mengikuti kegiatan penyelaman dan menanggung risiko yang dimungkinkan terjadi karena kegiatan penyelaman tersebut, dengan mengisi form pendaftaran dan surat pernyataan;
  4. Mengusahakan peralatan selam standar internasional secara mandiri (Panitia menyiapkan kompresor tetapi hanya terbatas pada saat hari pelaksanaan);
  5. Membayar iuran peserta Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah dan menyerahkan foto ukuran 3×4 sejumlah 2 lembar;
  6. Batas akhir pendaftaran tanggal 15 Oktober 2011

Pendaftaran peserta dapat dilakukan di sekretariat Dive Pramuka Emas:

1. Kwarnas Gerakan Pramuka

Jln. Medan Merdeka Timur No.6, Jakarta

(Kak Supriyadi, Kak Dian Yahya ——> HP. 081310337415

2. Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur

Jln. Raya Kertajaya Indah No. 77A, Surabaya-Jawa Timur

(Kak Nurul, Kak Hadi)

Untuk Informasi lebih teknis bisa menghubungi:

Kak Purwoko, HP. 085645680122

Kak Arif, HP. 0816526151

Kak Ghozali, HP. 08563032640

Sumber: pramuka.or.id by. Kak. Jarwo

Selasa, 16 Agustus 2011

SBY: Gerakan Pramuka Selalu Relevan dengan Perkembangan Zaman


Jakarta: Usia Pramuka yang mencapai setengah abad harus menjadi momentum untuk meningkatkan peran dan aktivitas Pramuka. Gerakan Pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman, membangun karakter pejuang. Hal ini dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara pada peringatan ke-50 Hari Pramuka, di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Minggu (14/8) sore.

Sejarah mencatat dengan tinta emas peran penting dan strategis Gerakan Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sejak zaman kolonial hingga saat ini. "Pada masa-masa awal kebangkitan nasional, di era pergerakan nasional tahun 1920-an, para anggota Pramuka atau kepanduan ketika itu ikut serta dalam membangkitkan semangat kebangsaan dan berperan aktif dalam menggalang semangat persatuan," Presiden menjelaskan.

Pramuka juga mengisi kemerdekaan dengan berbagai aktivitas pembangunan dan mengambil peran besar sebagai wadah pendidikan karakter, untuk menyemai tunas-tunas muda menjadi pemimpin bangsa masa depan. "Gerakan Pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman. Gerakan Pramuka, dengan banyak aktivitas positif di dalamnya, memiliki peran konstruktif dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat," SBY menambahkan.

Menurut Presiden, karakter pemuda dan pemudi bangsa Indonesia menjadi penting karena bangsa dan negara yang kuat dilandasi oleh karakter yang kuat. "Bangsa kita dapat tegak berdiri karena karakter pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangsa kita tidak pernah mengenal kata menyerah, apakah itu melawan penjajahan, melawan ketidakadilan, melawan kemiskinan, serta menghadapi berbagai bencana alam dan tantangan-tantangan krisis," uSBY menegaskan.

Meskipun selalu ada tantangan dan ujian sejarah, bangsa Indonesia tetap rukun dan bersatu karena memiliki karakter dan jati diri bangsa yang berdasarkan Pancasila. "Ingat, sesungguhnya kita adalah bangsa yang berbudi luhur, bangsa yang ramah dan toleran. Bangsa yang selalu guyub dan bergotong royong, penuh tenggang rasa, dan tepo saliro dalam hubungan kekerabatan yang tinggi. Itulah karakter bangsa kita yang luhur. Karakter yang harus terus kita gelorakan," Presiden menandaskan. (presiden.go.id)

Jumat, 05 Agustus 2011

PERINGATAN TAHUN EMAS GERAKAN PRAMUKA


Menyongsong PERINGATAN TAHUN
EMAS GERAKAN PRAMUKA

Sejak ditanda tanganinya Keptusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961 pada 20 Mei 1961 yang menyatukan berbagai kepanduan yang pernah ada dalam satu wadah, Gerakan Pramuka, dan diserahkannya Panji Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno kepada Kwartir Nasional Sri Sultan Hamengkubuwono IX di Istana Negara pada tanggal 14 Agustus 1961, maka tahun ini Gerakan Pramuka merayakan “ TAHUN EMAS” atau 50 tahun usianya.

Saat ini mari kita bersama-sama berkreasi dengan mengadakan-kegiatan menarik untuk memperingati Tahun Emas Gerakan Pramuka. Dalam rangka memeriahkan Tahun Emas/ 50 tahun, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah mengadakan beberapa kegiatan, diantaranya :
1. Jambore Nasional 2011, diteluk Gelam, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, 2-9Juli 2011.
2. Penerbitan Buku Sejarah 50 Tahun Gerakan Pramua.
3. Lomba Karya Tulis dan Foto Gerakan Pramuka Tingkat Nasional.
4. Estafet Tunas Kelapa di berbagai provinsi
5. Pengibaran 1.000 m2 bendera tunas dan wosm di Pantai Pasir Putih Situbondo

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Situbondo mengajak seluruh jajaran Kwartir Ranting dan Gugusdepan seluruh Kabupaten Situbondo, untuk ikut serta memeriahkan TAHUN EMAS dengan mengikuti agenda kegiatan Peringatan Hari Pramuka ke-50. Selain mengikuti kegiatan di Kwartir Cabang diharapkan Kwartir Ranting dan Gugusdepan dapat berkreasi dengan mengadakan-kegiatan menarik di wilayah masing-masing.
Sekali lagi Kwartir Cabang Situbondo menghimbau “ AYO SUKSESKAN PERINGATAN TAHUN EMAS GERAKAN PRAMUKA”.

Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia

Jayalah Indonesia by. kak. jarwo

Jumat, 22 Juli 2011

AKTIVITA DI TENDA PESERTA JAMNAS

MANDI CUCI KAKUS. Peserta Jamnas tetap ceria meskipun harus mengantre saat melakukan kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK).

Senyuman khas anggota Gerakan Pramuka yang ramah menyambut kedatangan Tim Humas Kwarnas yang sore itu (6/7) berkunjung ke beberapa tenda peserta. Aktivitas remaja yang mencirikan Pramuka jelas sekali tergambar. Saat mengantri di (Mandi,Cuci dan Kakus) MCK. Mengantri mendapatkan bahan natura untuk peserta masak di tenda, anjangsana dengan tetangga tenda sampai seru-seruan berlomba di lapangan keluran setiap sorenya.

Termasuk aktivitas menyisir dan menjalin rambut di teras tenda. Ada juga yang sudah rapi dengan seragam kontingennya dan duduk sambil menyapa teman yang melintas dan mempersilakan mampir mencicipi makanan khas daerahnya.

Seperti Penggalang dari Kwarcab Sawahlunto, Kwarda Sumatera Barat yang menghias tendanya dengan kardus bekas tempat menyimpan telur yang menjadi nilai seni tersendiri. Begitu juga peserta dari Kwarcab Yahukimo, Kwarda Papua yang posisi tendanya persis berada di jalan utama, siapa saja pasti tertarik singgah, karena di depan tenda mereka pajang semua benda seni khas Papua, seperti lukisan kayu, tas noken, tifa dan juga koteka. Siapa saja pasti mau berfoto bersama di depan gapura tenda mereka yang khas.

By. Kak. Jarwo Sumber : Humas Kwarnas Gerakan Pramuka

PRESIDEN SBY MEMBUKA SECARA RESMI JAMNAS IX 2011 DI OKI SUMSEL

Jambore Nasional 2011: Sumbangan Pramuka untuk Membentuk Karakter Orang Muda

Presiden SBY Membuka Jambore Nasional IX Tahun 2011 di OKI-Sumatera Selatan

OGAN KOMERING ILIR – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, Sabtu (2/7) membuka Jambore Nasional 2011 di Bumi Perkemahan Danau Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Selama sepekan 17.000 pramuka penggalang (usia 11-15 tahun) mengikuti 57 mata kegiatan jambore yang bertema ‘Bersatu Teguh Menuju Indonesia Gemilang’.

Selain penggalang utusan 495 kwartir cabang (kabupaten/kota) di Tanah Air, Jambore Nasional ini juga diikuti 200 anggota pramuka yang berasal dari negara sahabat seperti Persekutuan Pengakap Malaysia, Pengakap Brunai Darusalam dan Boy of Scout Singapura. Sekitar 3.000 anggota pramuka dewasa berperan sebagai panitia, pimpinan dan dokter kontingen serta pembina pendamping.

Selama satu minggu, adik-adik pramuka yang berbeda etnis, agama, daerah dan kelas sosial itu hidup bersama di tenda. Mereka mempraktikkan arti kemandirian, gotong royong, kejujuran dan berlatih keterampilan. “Sikap toleransi dan persaudaraan yang menjadi pijakan bagi multikulturalisme diharapkan meresap di kalangan peserta,” kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar.

Jambore dan lomba tingkat merupakan salah satu kegiatan bagi pramuka golongan penggalang di tingkat kwartir. Selama di gugus depan (Gudep) mereka berlatih menerapkan nilai-nilai yang ada pada Dasa Darma dan menambah keterampilan untuk menjadi bekal hidup (life skill). Sumbangan Gerakan Pramuka, kata Azrul, adalah membentuk karakter generasi muda. Korupsi dan krisis moral yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini karena lemahnya karakter atau watak. Azrul berharap pemerintah, dunia usaha dan semua pihak membantu kegiatan pramuka demi Indonesia yang lebih baik.

“Kami ajak adik-adik memahami isu-isu terkini,” kata Ketua Kwartir Daerah Pramuka Sumatera Selatan Abdul Shobur selaku Ketua Panitia Pelaksana Jambore Nasional. Dia menyebut kegiatan go green – global development village seperti diskusi tentang bahaya narkoba, praktik daur ulang sampah, diskusi pemanasan global dan perubahan iklim. Termasuk pengenalan energi terbarukan seperti biogas, bioetanol, energi surya, mikrohidro dan penjernihan air.

Menurut Shobur, peserta Jambore Nasional 2011 akan mengikuti tiga kelompok kegiatan yaitu perkemahan, kegiatan rotasi, dan kegiatan non-rotasi. Kegiatan perkemahan meliputi keagamaan, olahraga, upacara dan apel pasukan, permainan persaudaraan, forum Penggalang, anjangsana, kunjungan pameran dan games (quiz). Kegiatan rotasi meliputi teknologi dan industri, scouting skill, adventure chalellenge, go green – global development village, dan kegiatan wisata.

Sedangkan kegiatan non rotasi meliputi pendidikan dan seni budaya, dan kegiatan khusus antara lain pemecahan Rekor Muri, kegiatan Pramuka Luar Biasa dan Pramuka Luar Negeri. Kegiatan Jamnas yang dikemas dalam bentuk ‘pesta kreatif, edukatif dan rekreatif’ ini akan dilaksanakan sebagian besar (75%) di dalam perkemahan, dan hanya 25% di luar perkemahan. “Tenda dan kegiatan tersebar di Danau Teluk Gelam yang indah,” kata Abdul Shobur. Rencananya kegiatan Jambore Nasional 2011 akan ditutup Wakil Presiden Boediono selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Nasional pada 9 Juli 2011.

Dalam laporannya kepada Presiden, Azrul Azwar menjelaskan perkembangan program Revitalisasi yang telah berjalan lima tahun dan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. ”Kegiatan kepramukaan tampak marak di seluruh tanah air,” katanya. Pelbagai kegiatan pembenahan organisasi telah banyak dilakukan. Dampaknya, di seluruh Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang yang tersebar diseluruh Indonesia, mulai aktif kembali melaksanakan pelbagai kegiatan kepramukaan.

Azrul juga memaparkan fokus revitalisasi di gugus depan (Gudep). Menurutnya, pembenahan Gudep sedang giat dilakukan. Ada 6 kegiatan pokok yang sedang dan akan terus dilaksanakan untuk pembenahan tersebut. Pertama, memantapkan organisasi Gudep melalui proses akreditasi. Kedua, meningkatkan kompetensi pembina melalui proses sertifikasi. Ketiga, melengkapkan fasilitas pendidikan melalui program bantuan Gugusdepan Kit.

Keempat untuk Gudep berbasis Sekolah, menggalang keterlibatan pelbagai pihak terkait melalui pemberdayaan Komite Sekolah. Kelima, membantu penyediaan biaya operasional Gudep melalui proses pengintegrasian dengan dana BOS. Keenam memperbaharui kurikulum dan metoda pendidikan, melalui proses penyesuaian dengan pelbagai perkembangan mutakhir.

Azrul berharap, secara bertahap tetapi pasti Gudep, yang merupakan ujung tombak Gerakan Pramuka dapat aktif kembali menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Diharapkan dalam tiga tahun kedepan pendidikan kepramukaan yang telah diperbaharui tersebut dapat diselenggarakan oleh seluruh Gugusdepan yang tercatat sebanyak 270.000 buah di Indonesia.

By. kak. jarwo sumber : humas Jamnas IX 2011

PESERTA JAMNAS BELAJAR BERKENDARAAN YANG AMAN


KESELAMATAN PENGENDARA. Peserta Jamnas IX tahun 2011 di Teluk Gelam,Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mendapat informasi bermanfaat tentang keselamatan pengendara dan perlengkapan yang mendukung keselamatan dalam berkendaraan.

Hari ini (4/7) peserta Jambore Nasional (Jamnas) IX tahun 2011 mengikuti beragam kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan. Diantaranya Kegiatan Teknologi Otomotif.

Pada kegiatan ini, peserta mendapat informasi seputar pendidikan keselamatan pengendara (safety riding) dan juga perlengkapan pengendara (safety gear), hingga Kegiatannya tidak hanya mengenalkan fisik sebuah kendaraan bermotor/otomotif tapi juga cara berkendaran dengan aman.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini juga tampak bersemangat, karena materi yang disampaikan tidak menjenuhkan. Peserta diajak mengenal marka jalan dan peraturan lalu lintas termasuk informasi umum seperti cara kerja rem dan mesin kendaraan bermotor, melalui alat peraga.

“Di Jamnas ini peserta diberikan informasi tentang safety riding dan safety gear. Pendidikan keselamatan berkendaraan itu mengacu pada Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ,” Ketua Bidang Kegiatan Otomotif yang sehari-hari berdinas di Satlantas, Polresta Palembang, Bripka M Muhtasor menjelaskan.

Lebih lanjut Kak Muhtasor menerangkan, “Setelah pulang ke daerahnya, Pramuka Penggalang semakin faham cara berkendaraan dengan aman, dengan lebih dulu mengenal system kerja mesin kendaraan bermotor hingga memahami rambu-rambu lalu lintas danmarka jalan,” tanda Kakak yang sebelum bergabung dalam Polisi Republik Indonesia, sempat aktif Pramuka hingga tingkat Penggalang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00-15.00 WIB, dimeriahkan dengan acara bagi-bagi hadiah berupa helm dan perlengkapan kendaraan bermotor lain, membuat peserta Jamnas semakin betah berjam-jam berada di anjungan kegiatan ini, sambil sesekali menikmati selingan penampilan band dari panggung kecil di depan anjungan yang membawakan lagu-lagu hits remaja.

Kontan saja, anjungan kegiatan Teknologi Otomotif di area kegiatan Jamnas 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Sumatera Selatan ini, memiliki kesan tersendiri bagi Pramuka Penggalang yang hadir dari seluruh Indonesia.

BY. Kak. jarwo Sumber: Humas Kwarnas

PREI\SIDEN MINTA SEMUA PIHAK BANTU GUDEP

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (kiri) didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.

Kayu Agung – Sebanyak 17.000 pramuka penggalang mengikuti aneka kegiatan di Bumi Perkemahan Dana Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Selama ini saya ajak teman-teman di sekolah menjadi anggota pramuka agar tidak ikut-ikutan menggunakan narkoba,” kata Tarsisius J Wihage, peserta dari Kwartir Cabang Bogen Digul, Kwartir Daerah Papua kemarin, usai mengikuti kegiatan diskusi bahaya narkoba.

Tarsisius menjelaskan tidak semua daerah di Papua dipenuhi pengguna narkoba. Masih banyak, katanya, remaja dan pemuda yang baik. Siswa kelas tiga SMP ini mengaku aktivitasnya di pramuka makin menguatkan kepercayaan diri, kemandirian dan memperbanyak teman. Pendapat Tarsisius dibenarkan peserta Jambore Nasional lain yang diikuti penggalang (pramuka berusia 11-15 tahun) dari seluruh Tanah Air.

Arnoldus Douw dari Kwartir Cabang Dogiyai, Nabire, Papua mengaku mendapat 50 teman selama tiga hari di lokasi Jambore yang berlangsung 2-9 Juli 2011. Arnoldus yang menjadi Sekretaris Regu Cenderawasih ini, bercita-cita masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri untuk menjadi Camat. “Seleksi mengikuti Jamnas ini sangat berat, tapi saya menikmati,” kata Angkin Anindita, peserta dari Jawa Tengah. Dia senang mendapat teman dan keterampilan baru.

Memang, Jambore yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu lalu, menyajikan 57 mata kegiatan. “Kami ajak adik-adik memahami isu-isu terkini,” kata Ketua Kwartir Daerah Pramuka Sumatera Selatan Abdul Shobur selaku Ketua Panitia Pelaksana Jambore Nasional.

Dia menyebut kegiatan go green – global development village seperti diskusi tentang bahaya narkoba, praktik daur ulang sampah, diskusi pemanasan global dan perubahan iklim. Termasuk pengenalan energi terbarukan seperti biogas, bioetanol, energi surya, mikrohidro dan penjernihan air. Kegiatan lain adalah teknologi dan industri, scouting skill, petualangan dan wisata.

“Jadikan Gerakan Pramuka sebagai pelindung kaum muda dari ancaman aksi kekerasan, radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba,” kata Presiden Yudhoyono ketika membuka Jambore Nasional. Untuk itu, Presiden meminta para menteri, pemerintah daerah, dunia usaha dan semua pihak membantu kegiatan pramuka di kwartir dan gugus depan, baik yang berbasis di sekolah maupun di kompleks perumahan.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar memaparkan fokus revitalisasi di gugus depan (Gudep) yang berjumlah 270.000 buah. Ada 6 kegiatan pokok yang sedang dan akan terus dilaksanakan untuk pembenahan Gudep. Pertama, memantapkan organisasi Gudep melalui proses akreditasi. Kedua, meningkatkan kompetensi pembina melalui proses sertifikasi. Ketiga, melengkapkan fasilitas pendidikan melalui program bantuan Gugusdepan Kit.

Keempat untuk Gudep berbasis Sekolah, menggalang keterlibatan pelbagai pihak terkait melalui pemberdayaan Komite Sekolah. Kelima, membantu penyediaan biaya operasional Gudep melalui proses pengintegrasian dengan dana BOS. “Keenam memperbaharui kurikulum dan metoda pendidikan, melalui proses penyesuaian dengan pelbagai perkembangan mutakhir,” kata Azrul.

Menurut Azrul, Jamnas 2001 di Ogan Komering Ilir ini juga diikuti 80 pramuka dari Malaysia dan Singapura. Mereka berbaur dengan adik-adik pramuka Indonesia yang berbeda etnis, agama, daerah dan kelas sosial.Mereka mempraktikkan arti kemandirian, gotong royong, kejujuran dan

berlatih keterampilan. Mereka juga hidup di perkemahan dengan kondisi air yang minim, panas dan kesulitan MCK. “Sikap toleransi dan persaudaraan yang menjadi pijakan bagi multikulturalisme diharapkan meresap di kalangan peserta,” katanya. (Untung W)

by. kak. jarwo Sumber : http://www.tempointeraktif.com

Jumat, 15 Juli 2011

KETUA MABICAB DAN KETUA KWARCAB SITUBONDO DIKUKUHKAN


fOTO JTC : Ketua Mabicab Lantik Ketua Kwarcab

SITUBONDO-JURTIM,-Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto, SH dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka. Mabicab) Gerakan Pramuka Cabang Situbondo oleh Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur Drs. H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). Kemudian, Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Cabang Situbondo melantik Rachmad SH, M.Hum selaku Ketua Kwartir Cabang (Ka.kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Situbondo masa bhakti 2010 – 2016.Acara pelantikan yang berlangsung di pendopo kabupaten, Jalan Kartini No. 1 Situbondo ini, disaksikan oleh seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Situbondo, Damdim 0823, Kapolres Situbondo, Kejari Situbondo, Ketua Pengadilan Negeri Situbondo dan tamu undangan lainnya. Selain itu, acara pelantikan atau pengukuhan dihadiri oleh Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur.

Seusai melaksanakan prosesi pengukuhan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka. Mabicab) Gerakan Pramuka Cabang Situbondo dan pengukuhan atau pelantikan Ketua Kwarcab (Ka.kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Situbondo masa bhakti 2010 – 2016, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH dalam sambutannya, berharap kepada Ketua dan pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo yang baru dilantik agar dapat mengemban amanah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Pramuka No 12 Tahun 2010 dan AD/ART Pramuka.

‘’Harapan saya kepada Wakil Bupati Situbondo selaku Ketua Cabang Gerakan Pramuka Situbondo untuk dapat bekerja dengan baik serta memberikan kemudahan, sarana dan prasarana pembinaan sehingga jajaran gerakan pramuka di Kabupaten Situbondo dapat membawa generasi muda ke arah yang lebih baik,’’ kata bupati.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Bupati Situbondo dalam sambutannya, namun beliau juga berharap tunas-tunas bangsa akan tumbuh kembali di dalam organisasi Pramuka yang dipimpin oleh Rachmad SH, M.Hum selaku Ketua. “Saya berharap kepada ketua maupun pengurus Pramuka yang baru dilantik dapat membentuk atau menjiwai Organisasi Pramuka secara tulus. Dan saya berharap Pramuka di Kabupaten Situbondo dapat membentuk krakter masyarakat Kabupaten Situbondo menjadi krakter yang kokoh, bermartabat dan menjiwai nilai-nilai kerukunan berbangsa dan bernegara serta menjunjung tinggi norma-norma agama,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Syaifullah Yusuf yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berharap Kwartir Pramuka Kabupaten Situbondo dapat berjaya di bawah kepemimpinan Rachmad, SH, M.Hum.

“Mudah-mudahan dengan kepemimpinan Wakil Bupati Situbondo selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo dapat mengejawantahkan program-program Pramuka yang lebih menarik, sehingga dapat menarik perhatian generasi muda untuk bergabung menjadi pramuka-pramuka yang berbakti pada nusa dan bangsa,” ujar Wagub Jatim.

Selain itu, Wagub Jatim juga menyampaikan selamat dan menaruh kepercayaan penuh kepada kepengurusan Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo periode 2011-2016. Namun ia mengingatkan bahwa beban dan tanggung jawab yang diemban oleh kepengurusan ini adalah sebuah pengabdian, maka Wagub juga berharap agar pengurus yang baru dilantik tetap kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan, tantangan dan senantiasa optimis dan memiliki kepekaan dalam melihat peluang untuk mampu tetap bergerak ke depan menjawab semua yang menjadi tugas mulia Gerakan Pramuka.

Sekedar informasi, pelantikan ditandai dengan pemasangan tanda jabatan dan pengucapan ikrar yang diucapkan oleh seluruh pengurus. Dan Kwarda Pramuka Jawa Timur memberikan bantuan peralatan pramuka untuk Gugus depan, senilai Rp. 80 juta.

Foto JTC : Wagub Sematkan

By. kak. Jarwo [ sekretaris II Kwarcab ]

VN:F [1.9.8_1114]
VN:F [1.9.8_1114]

Ketua Kwarcab Situbondo Lepas Kontingen Pramuka Penggalang Ke Jambore Nasional



Foto :P ramuka Penggalang fose bareng Ketua Kwarcab dan Dandim

SITUBONDO-JURTIM,-Bertempat di pendopo kabupaten Jalan Kartini No 1 Situbondo, Ketua Kwarcab Pramuka Situbondo Rachmad, SH. M.Hum didampingi Dandim 0823 Situbondo Syaifull Rachman, melepas 4 regu kontingen Pramuka Penggalang Kabupaten Situbondo ke Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan.

Pelepasan 4 regu Pramuka Penggalang putra-putri dalam mengikuti Jambore Nasional ke XI Tahun 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kemandirian kepemimpinan, ketrampilan, persatuan dan kesatuan pramuka penggalang serta memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Pramuka Tri Satya dan Dasa Darma.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Lukman Habsi, Ketua Panitia pelepasan Pramuka Penggalang ke Jambore Nasional mengatakan, Jambore Nasional adalah pertemuan Pramuka Penggalang se-Indonesia yang dilaksanakan dalam bentuk perkemahan besar. Jambore Nasional dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dengan peserta dari perwakilan seluruh Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

“Jambore Pramuka Penggalang merupakan kegiatan rekreasi edukatif yang dilaksanakan di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang dengan menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, “ jelas Lukman Haqi dalam laporannya.

Sementara itu, Dandim 0823 Situbondo Syaifull Rachman selaku anggota Mabicab Pramuka Kabupaten Situbondo dalam arahannya mengatakan, kontingen pramuka Kabupaten Situbondo yang di kirim untuk mengikuti kegiatan Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan agar mampu memanfaatkan wahana Jambore untuk menimba ilmu.

“Saya berharap, adik-adik pramuka yang dikirim ke Jambore Nasional harus mampu mengharumkan nama Kabupaten Situbondo dan mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata di Bumi Perkemahan Teluk Gelam. Dan saya juga berharap adik-adik dapat meningkatkan kreativitas kepramukaannya dalam menghadapi adu ketangkasan dengan kabupaten lain. Selain itu, saya juga meminta agar adik-adik mampu menjaga kesehatannya dan sportivitas dalam membangun kebersamaan,” ujar Dandim.

Selanjutnya, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Situbondo Rachmad, SH, M.Hum dalam sambutan singkatnya menjelaskan, Pramuka Penggalang dari Kabupaten Situbondo harus tampil baik pada Jambore Nasional ke IX Tahun 2011 di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan. “Jika Pramuka Penggalang Kabupaten Situbondo mampu menampilkan kreativitasnya dalam adu ketangkasan di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan, maka saya yakin nama harum Kabupaten Situbondo akan semerbak wanginya ke seluruh penjuru Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Situbondo ini menghimbau kepada 30 orang peserta Pramuka Penggalang dan 6 orang peserta pembina, agar bisa menjaga kesehatan, kekompakan dan kebersamaan dalam satu panji, yakni panji Kabupaten Situbondo. “Saya harap adik-adik saat berada di Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komiring Ilir, Propinsi Sumatera Selatan, tidak mengatasnamakan sekolahnya masing-masing, namun harus mampu menggalang kekompakan dalam satu panji, yakni panji Kabupaten Situbondo,” tuturnya. *** by. kak. jarwo

Jumat, 21 Januari 2011

MAKNA LOGO JAMNAS 2011


I. Bentuk

Bentuk logo dari tiga elemen penting yaitu Tunas Kelapa, Jembatan Ampera, dan Elemen Air. Tunas Kelapa merupakan logo dari Pramuka itu sendiri. Jembatan Ampera merupakan Landmark kota Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan air menggambarkan Danau Teluk Gelam sebagai tempat pelaksanaan Jambore Nasional ini. Elemen air ini terdiri dari Sembilan garis yang menggambarkan bahwa pelaksanaan Jambore ini merupakan Jambore Nasional ke Sembilan

II.Typografi

Jenis tulisan memiliki kepribadian dan menunjukkan fungsi tertentu. Penggunaan yang konsisten dari jenis tulisan tertentu membuat audiens dengan mudah mengenali brand. Typografi Jambore Nasional 2011 menggunakan front Brushflash. Penggunaan front Brushflash mencerminkan semangat, kerjasama, dan kemandirian dalam pramuka itu sendiri.

III.Warna

Warna dasar utama yang dipilih adalah putih dan didukung oleh tiga warna lainnya yaitu merah, biru, dan hitam. Warna merah pada Jembatan Ampera dan tunas kelapa mencerminkan semangat dan kekuatan. Warna biru pada air mencerminkan kepercayaan, kesetiaan, ketenangan, kedamaian, dan ketulusan. Sedangkan warna hitam pada typografi mencerminkan kekuatan dan keagungan.

MAKNA MASKOT JAMBORE NASIONAL 2011

I .Bentuk

Karikatur Bangau Bluwok yang memikul tongkat berwarna merah dan diujungnya terikat bendera berwarna orange berlogo Tunas Kelapa.Burung Bangau berada pada posisi berdiri memakai Seragam Pramuka Penggalang lengkap beserta atributnya.
Si bluwok juga mengacungkan jari jempol tangan kanannya kearah depan.

II . Pengertian

Bangau Bluwok merupakan satwa liar yang harus dilindungi dari kepunahan.
Seragam Pramuka Penggalang dan atribut merupakan Pramuka yang harus memberikan cerminan tentang pentingnya melestarikan satwa dan lingkungan/alam sekitar.Jempol tangan kanan memberikan makna bahwasanya Pramuka kedepan harus lebih oke dan maju lagi.

III. Warna

Warna cokelat muda, menggambarkan kematangan dalam bersikap dan bertindak.Warna merah, menggambarkan sikap pemberani/kesatria/patriotik.Warna hitam, menggambarkan keinginan untuk mengabdikan diri di masyarakat.Warna cream, menggambarkan kelembutan dan kehalusansi Bawok.

NAMA MASKOT JAMBORE NASIONAL IX 2011

“ SI BAWOK “

  1. Makna
  • Merupakan singkatan dari “ Bangau Bluwok “
  • Mempunyai arti kepanjangan :

Berwatak Arif, Wawasan Organisasi, dan Kesatria “

  1. Gaya Bahasa
  • Pengucapan familier
  • Komunikatif
  • Mudah diingat dan dimengerti
  • Jenaka/lucu

BRIGADE PENOLONG SERAHKAN BANTUAN

Brigade Penolong Pramuka Saat Mengevakuasi Korban Dengan Tandu

SITUBONDO-JTC,- Untuk meringankan beban penderitaan yang dialami korban bencana alam angin putting beliung di Wilayah Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Brigade Penolong Pramuka Situbondo menyerahkan bantuan kemanusian kepada masyarakat Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, Sabtu (15/1/2011).Adapun bantuan yang diberikan Brigade Penolong Pramuka Situbondo kepada korban bencana alam angin putting beliung di Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo Jawa Timur ini berupa beras 5 sak, mie instans 30 dozz, air mineral 30 dozz, biscuit 17 dozz dan snac buat anak-anak.

Selain memberikan bantuan, Brigade Penolong Pramuka Situbondo ini juga mengevakuasi korban bencana alam anging putting beliung yang patah tulang warga Dusun Kecape, Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang. “Selan menyerahkan bantuan, kita juga melakukan evakuasi terhadap korban yang patah tulang dengan tandu untuk di bawa ke RSUD,” ujar Lukman Haqi.

Lebih lanjut, Lukman mejelaskan, bahwa kepedulian Pramuka terhadap bencana alam apu pun, merupakan salah satu kewajiban Gerakan Pramuka untuk saling menolong atau membantu sesame. “Dalam peristiwa ini, kita hanya mengerahkan 10 anggota untuk melakukan evakuasi terhadap korban bencana yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.